Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN

postingan kali ini merupakan hasil resuman dari stadium general pada tanggal 13 Februari 2013 
Oleh Dr. H. M. Amin Haedari M.Pd. (Direktur PAIS Kementrian Agama RI)
MEA

Terdapat 4 faktor penentu kemajuan Negara 

  • Inovasi 45%
  • Networking 25%
  • Teknologi 20%
  • Kekayaan SDM 10%
Inovasi merupakan sebuah perubahan-perubahan yang dilakukan oleh suatu bangsa yang di buat sebagai tujuan mempermudah dan memperbaharui sesuatu. semakin tinggi Inovasi yang dilakukan oleh sebuah Negara maka semakin maju pula negara tersebut. kita bisa lihat Korea Selatan, dengan teknologi andalan smartphone SAMS*NG, yang memiliki banyak sekali seri (sampai kadang saya bingung, mana yang terbari dan terlama). apa yang membedakan dari semua seri yang ada? kemudian apa yang membuat harga mereka sangat mahal? yah, jawabanya adalah Inovasi yang mereka kembangkan pada tiap smartphone berbeda-beda. Inovasi dalam hal ini memegang 45% dalam memajukan sebuah negara


Networking atau jaringan, kita ketahui bersama bahwa manusia merupakan makhluk sosial, sehingga hubungan antara manusia satu dengan manusia lain tidak terelakkan lagi, semakin banyak jaringan yang dimiliki oleh suatu bangsa, maka semakin maju bangsa tersebut.

Teknologi diciptakan untuk mempermudah, zaman globalisasi seperti sekarang ini semua aspek hampir terjamah oleh yang namanya teknologi, bahkan di zaman sekarang sudah menjadi hal yang familiar ditelinga masyarakat kita tentang jual-beli online, jika aspek perekonomian saja sudah membuat inovasi didalamnya, kapan pendidikan agan mengarah kesana, meninggalkan cara pendidikan yang konvensional menuju ke sebuah pendidikan yang modern. semakin terbuka masyarakat terhadap teknologi maka semakin kuat pula kemajuan suatu bangsa

Kekayaan SDM merupakan tingkat jumlah penduduk memegang peranan hanya 10%

"Pendidikan Tidak hanya meningkatkan peringkat Tapi, Pendidikan Turut Memimpin Majunya sebuah Negara"

Pendidikan yang Baik merupakan pendidikan yang "how to solve problem" bagaimana menyelesaikan sebuah masalah dengan sebuah keterampilan dan kreatif.

dimana letak pentingnya kreatif dan keterampilan, yak kita analogikan seorang anak yang akan ditinggal pergi oleh orang tuanya beberapa hari, anak tersebut sudah diberi pesan, "nak, kalo lapar, ini berasnya, ini sayur, dan ini lauknya. anak tersebut sudah diberi bahan untuk memasak jika sudah merasa lapar, namun ketika ada seorang anak yang diberi pesan demikian kadang anak lebih memilih pergi ke warung untuk beli rames atau kerumah makan sekalian daripada repot masak sendiri yang rasanya belum tentu enak. hal tersebut merupakan letak pentingnya dari sebuah keterampilan dan ide kreatif di butuhkan dalam kehidupan atau suatu pendidikan.

dan terakhir sesi ini ditutup dengan :

Creative Minority merupakan sekelompok kecil manusia yang mampu untuk mencari solusi atas berbagai kesulitan tantangan peradaban yang kemudian diikuti oleh yang lain (arnold toynbee)

Bukan Individu yang kuat, bukan pula masyarakat yang hebat yang  membangun peradaban. tapi mereka Creative Minority

Post a Comment for "Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel